BATU, JAWA TIMUR – Usai berjibaku dengan deretan soal Tes Kemampuan Akademik dan Sumatif Akhir Jenjang, siswa-siswi kelas IX UPTD SMP Negeri 2 Kamal melakukan langkah "recharge" energi melalui perjalanan edukatif ke Kota Batu pada 11-12 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar tamasya, melainkan upaya pemulihan kesehatan fisik dan mental bagi para siswa sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Secara psikologis, masa pasca-sumatif seringkali menyisakan mental fatigue atau kelelahan mental. Perjalanan ini bertujuan untuk menurunkan kadar hormon kortisol (stres) melalui interaksi dengan alam dan aktivitas fisik yang menyenangkan. Udara pegunungan Batu yang kaya oksigen berfungsi sebagai detoksifikasi fisik, sementara kegiatan berkelompok di luar ruangan memperkuat hormon endorfin yang memicu perasaan bahagia dan tenang.
Petualangan dimulai dengan aksi outbound di Coban Talun. Di sini, siswa-siswi ditantang melatih kerja sama tim dan ketangkasan fisik di tengah rimbunnya hutan pinus. Keseruan berlanjut ke Bumiaji, ketika para siswa melakukan petik apel langsung dari pohonnya. Aktivitas ini memberikan edukasi agrowisata tentang proses budidaya buah andalan Jawa Timur tersebut.
Setelah check-in di Hotel Kontena yang ikonik dengan konsep kontainer modernnya, malam hari ditutup dengan menelusuri kelezatan kuliner di Alun-Alun Kota Batu. Suasana hangat di jantung kota ini menjadi momen relaksasi sosial yang sangat berharga bagi keakraban antar siswa.
Memasuki hari kedua, rombongan menuju Milktopia untuk menyegarkan pikiran dengan eksplorasi berbagai wahana permainan yang menyenangkan dan memicu adrenalin. Dilanjutkan singgah di Batu Story untuk santap siang dan salat berjamaah. Perjalanan berlanjut ke Florawisata Santerra de Laponte, sebuah taman bunga megah yang menawarkan pemandangan estetis lintas negara. Sebelum bertolak kembali ke Madura, rombongan singgah di Malang Strudel Karanglo. Lokasi ini dipilih secara strategis karena berada di jalur utama keluar kota, memudahkan para siswa berburu oleh-oleh khas Malang tanpa mengganggu manajemen waktu perjalanan."Kegiatan ini adalah bentuk 'apresiasi diri' bagi siswa. Kami ingin mereka melepas beban akademik sejenak agar kondisi mental mereka kembali fit dan siap menyambut hasil TKA dan SAJ dengan lapang dada serta semangat baru." ujar Sulfa Diana, selaku Plt. Kepala UPTD SMP 2 Kamal.
Perjalanan ini membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga sangat memperhatikan keseimbangan emosional dan kesehatan raga para peserta didiknya. - JOS-

Komentar
Posting Komentar